Senin, 22 Oktober 2012

34 Hari Perang Lebanon-Israel; Eskalasi Serangan Tertinggi di Timur Tengah



Pasca penyanderaan dua tentara Israel, timur tengah kian membara. Penangkapan berbuah aksi barbar yang membabi buta, dibawah bendera zionis telah menyulap negeri Lebanon menjadi lautan darah. Sikap arogannya telah membantai ribuan manusia tak berdosa, meratakan kota dan desa dengan tanah.
Ini memang bukan kali pertama, namun sejarah mencatat peristiwa tersebut sebagai perang terhebat dengan eskalasi serangan yang terus meningkat setiap harinya. Ditaksir kerugian materi mencapai 2,5 Milyar dollar, dengan jumlah korban sebanyak 1.071 jiwa. Berikut rangkaian penyerangan Israel ke wilayah negeri itu, setelah peristiwa 12 Juli hingga diberlakukannya resolusi PBB no 1701:

13 juli
Israel bergerak menyebrangi perbatasan dengan Lebanon, setelah televisi Al Manar mengumumkan keberhasilan Hizbullah menangkap dua serdadu Israel dan menewaskan 8 lainnya.
Selang beberapa menit Jet tempur Israel langsung memborbardir kawasan Lebanon selatan dan menggempur kota Zahrani selama 12 jam.
Sedikitnya 90 roket Hizbullah menghantam kota Nahariya dan Kiryat Shmomna, Utara Israel. Dua diantaranya mengenai Heifa, kota terbesar ketiga negara itu.

14 Juli
Beirut lumpuh, Israel mengerahkan seluruh angkatan militernya dengan mengkonsentrasikan serangan ke fasilitas-failitas umum. Dalam rekaman video yang ditayangkan channel Al Manar, Syeikh Hasan Nasrullah menentang Israel untuk perang terbuka. Kapal perang Israel yang sebelumnya memborbardir Beirut, hancur diterjang rudal Hizbullah ketika berlabuh di lepas pantau Lebanon

15 juli
Perdana Menteri Lebanon Fuad Siniora menemui sejumlah duta besar negara sahabat terutama Liga Arab untuk menghentikan agresi Israel. Siniora juga menggalang dukungan kepada dubes negara barat.

16 Juli
Presiden Lebanon Emile Lahoud mengecam Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang tak bertindak tegas atas serangan Israel. Serangan udara Israel telah meluluhlantakkan Kota Pelabuhan Tyre di Lebanon selatan

17 Juli
Eskalasi penyerangan meningkat, peluru kendali Israel menghantam sisi dermaga di pelabuhan Beirut, Lebanon.
Hizbullah kembali menembakan roketnya ke kota Haifa dan ini merupakan serangan dengan jarak terjauh sejak perang berkecamuk.
Sebuah pesawat tempur Israel dipastikan jatuh ditembak di kota Beirut

18 Juli
Kota Tyre di bagian selatan Lebanon menjadi sasaran serangan udara Israel. Hizbullah membalas serangan tersebut dengan memborbardir pom bensin Kiryat Shmona, Israel.

19 Juli
Israel memperluas gempurannya hingga wilayah utara perbatasan Israel-Lebanon. Bahkan, serangan itu menembus wilayah Lebanon selatan. Sedangkan jumlah korban akibat serangan militer Israel di Lebanon hingga hari ini tercatat sebanyak 290 orang

20 Juli
Israel menjatuhkan 23 ton bom di sebuah kawasan pinggiran ibu kota Lebanon, Beirut. Serangan ini bertujuan membunuh pemimpin Hizbullah Syekh Sayyed Hassan Nasrallah yang dicurigai bersembunyi di dalam bungker.
Lagi, 30 roket milik kelompok Hizbullah kembali menghantam sejumlah wilayah Israel. Sementara itu desa Avivim, utara Israel menjadi target gempuran gerilyawan Hizbullah.
Amerika mengajukan tiga syarat untuk menghentikan agresi Israel ke Lebanon, yaitu melucuti senjata gerilyawan Hizbullah, mendesak perluasan kekuasaan pemerintah pimpinan Perdana Menteri Fuad Siniora atas Lebanon. dan membebaskan dua prajurit Israel yang diculik pejuang Hizbullah.

21 Juli
Serangan udara Israel dipusatkan ke Kota Khiam dan Baalbeck di lembah Bekaa. Sementara Hizbullah melepaskan roket ke Desa Avivim. Dua helikopter militer Israel bertabrakan di Desa Ramot Naftali, sekitar sepuluh kilometer dari perbatasan Lebanon. Pertempuran kelompok Hizbullah dengan tentara Israel kian sengit. Bahkan pemerintah Tel Aviv mengancam menggelar serangan darat secara besar-besaran.

22 Juli
Serangan Israel ke Lebanon telah menewaskan 344 orang, sebagian besar adalah warga sipil. Namun Dewan Keamanan PBB belum juga mengeluarkan resolusi untuk mengakhiri kekerasan di Lebanon.

23 Juli
Dari 150 target serangan di Lebanon, Israel telah melumpuhkan sejumlah menara transmisi stasiun televisi dan jalur komunikasi di kawasan Fatqa dan Terbol. Hizbullah terus meningkatkan eskalasi penyerangan dengan menembakkan 100 roketnya menggempur kota Nahariya, utara Israel.

24 Juli
Memasuki hari ke-12, ribuan tentara Yahudi telah berkumpul di wilayah perbatasan sembari menunggu perintah penyerangan ke Lebanon melalui darat. Pertempuran kembali pecah di Lebanon Selatan, tepatnya di Kota Bint Jubail.

25 Juli
Menlu AS Condoleezza Rice bertemu PM Lebanon Fuad Siniora untuk menghentikan serangan Israel ke Lebanon. Hari ini gempuran tentara Zionis terus dilakukan di Desa Bint Jubail, basis kekuatan Hizbullah di Lebanon Selatan.

26 Juli
Sebanyak 13 prajurit Israel tewas dalam serangan roket yang ditembakkan milisi Hizbullah. Serangan Israel ke Kota Khiam, dekat perbatasan Lebanon juga menghantam pos pengamatan pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon atau UNIFIL. Empat pengawas berkewarganegaraan Australia, Kanada, Finlandia, dan Cina tewas dalam serangan itu.

27 Juli
Setidaknya 13 orang termasuk enam anak-anak terluka saat roket Israel menggempur kota pelabuhan Tyre, Lebanon. Rumah sakit Lebanon menyerukan status darurat karena menipisnya persediaan obat dan darah.

28 Juli
Dokter Bachir Cham di sebuah RS di Beirut, Lebanon, mencurigai adanya penggunaan senjata kimia dalam serangan Israel ke Palestina. Gerilyawan Hizbullah menembakkan sejumlah roket Katyusha ke wilayah Israel utara dan meluncurkan roket baru berdaya ledak lebih besar dengan jangkauan hingga 100 kilometer. Adapun roket yang disebut Khaibar-1 ini menghantam wilayah dekat Afula, sekitar 50 kilometer dari perbatasan Israel dengan Lebanon.

29 Juli
Pasukan Israel terus menggempur kelompok Hizbullah dengan pesawat tempur dan artileri di Khiam, Lebanon.

30 Juli
Israel menarik pasukannya dari Kota Bint Jubeil, kantung Hisbullah. Israel menolak seruan PBB agar gencatan senjata diberlakukan selama 72 jam untuk memudahkan pendistribusian bantuan kemanusiaan.

31 Juli
kali pertama bantuan kemanusian Palang Merah Internasional tiba di Pelabuhan Kota Tyre, Lebanon Selatan. Serangan Israel ke Qana sungguh memprihatinkan. Menurut petugas palang merah, serangan yang paling mematikan sejak Israel melancarkan agresi ke Lebanon 12 Juli 2006,

1 Agustus
Perdana Menteri Israel Ehud Olmert dengan tegas menyatakan tidak akan ada gencatan senjata dengan Lebanon. Hizbullah mengatakan, sejumlah roketnya berhasil merusakkan sebuah kapal perang Israel yang tengah berlabuh di lepas pantai Lebanon selatan dekat kota Pelabuhan Tyre

2 Agustus
Serangan darat dan udara Israel terus menerobos ke di perbatasan Lebanon tepatnya di Desa Aita Al-Shaab. Sejumlah bangunan menjadi sasaran tembakan artileri Israel. Pertempuran antara tentara Israel dengan gerilyawan Hizbullah berlangsung sengit. Israel memperluas serangan darat dengan menerjunkan 10 ribu personel di wilayah Lebanon bagian selatan. Pertempuran tak terhindarkan saat tentara Israel merangsek ke Lembah Beeka.

3 Agustus
Lebih dari 155 roket ditembakkan dari Lebanon ke wilayah Israel. Salah satu roket bahkan mendarat di kawasan pendudukan Israel di dekat Jenin, Tepi Barat. Sedikitnya empat ledakan terjadi di kawasan Dahiya akibat serangan pesawat-pesawat tempur Israel di saat mayoritas warga Beirut, Lebanon, tengah tertidur. Hari ini, pasukan Zionis akan menggelar serangan darat.

4 Agustus
kelompok Hizbullah masih menunjukkan perlawanan. Sekitar seratus roket Hizbullah yang mengarah ke Kota Acre dan Maalot hari ini menewaskan delapan warga Israel. Sementara dua tentara Israel tewas akibat pertempuran dengan Hizbullah di sepanjang perbatasan Israel-Lebanon. Serangan balasan ini seolah mementahkan pernyataan PM Ehud Olmert yang menyatakan, pihaknya telah berhasil menghancurkan infrastruktur Hizbullah

5 Agustus
Israel terus menggempur bagian selatan dan timur Lebanon untuk memperluas wilayah kontrol mereka. Serbuan tentara Israel menyebabkan ruas jalan utama yang menghubungkan Suriah-Lebanon terputus total.

6 Agustus
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa memulai konsultasi membahas rumusan resolusi perdamaian di Timur Tengah. Dalam draf resolusi usulan Prancis dan Amerika Serikat mengharuskan Israel dan Hizbullah segera menghentikan segala bentuk kekerasan. Namun rumusan itu menguntungkan Israel karena memuat pernyataan negara itu berhak membalas jika diserang.
Gerilyawan Hizbullah balas menghujani sejumlah kota di Israel utara termasuk Kiryat Yam dengan sedikitnya 170 roket.

7 Agustus
Sejumlah daerah di Kota Pelabuhan Tyre, Lebanon, kembali menjadi target serangan Israel. Kelompok Hizbullah meluncurkan setidaknya 160 roket ke kawasan utara Israel.

8 Agustus
Dalam sebuah rekaman video yang disiarkan melalui internet, Federasi Komunitas Yahudi Bersatu AS dan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert menyatakan Israel tak hanya berperang melawan Hizbullah tapi juga dengan Suriah dan Iran. Karena itu, warga Yahudi dunia diserukan tetap bersatu untuk membantu Israel. Kelompok Hizbullah melancarkan serangan balasan dengan menembakkan 90 roket ke kawasan utara Israel. Sepuluh di antaranya mendarat di kawasan permukiman Kiryat dan Shimona

9 Agustus
Dua ribu prajurit Israel bergerak perlahan menuju perbatasan negara itu dengan Lebanon. Pengerahan pasukan terkait rencana Israel memperluas operasi militer sampai ke Sungai Litani yang terletak 30 kilometer dari perbatasan.

10 Agustus
Pemimpin Hizbullah Syeikh Hassan Nasrallah menghimbau agar warga muslim Arab segera meninggalkan Kota Haifa, Israel. Sebab kota tersebut menjadi target serangan Hizbullah. Salah satu dari rentetan 70 roket yang diluncurkan Hizbullah telah menghantam sebuah rumah di desa Arab di Israel Utara

11 Agustus
Tentara Israel mengkalaim menduduki kawasan Marjayoun dan Qalailah yang berpenduduk mayoritas Kristen di selatan Lebanon. Serangan beruntun Israel dibalas kelompok Hizbullah dengan menembakkan 55 roket ke wilayah Israel. Roket-roket menghantam beberapa rumah di Safed dan Kiryat Shmona serta merusak bangunan di Haifa

12 Agustus
Gempuran Israel ke Lebanon genap sebulan. Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), mengesahkan Resolusi DK PBB Nomor 1701 berisi seruan gencatan senjata antara Israel-Hizbullah.
Pejuang Hizbullah berhasil menghancurkan sebuah kapal perang Israel yang lepas jauh di pantai Kota Tir.

13 Agustus
Kabinet Israel (Knesset) mengadakan pertemuan untuk membahas Resolusi 1701 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Tel Aviv. Resolusi yang dikeluarkan kemarin ini terkait seruan penghentian kekerasan antara Israel dan Hizbullah. Pemerintah Israel sudah berkomitmen menempuh gencatan senjata besok, Senin, 14 agustus pukul 12.00 waktu setempat.

14 Agustus
Waktu dini hari menjelang pemberlakuan resolusi gencatan senjata, pasukan Israel dengan dukungan peluru kendali udaranya masih melanjutkan serangan ke basis-basis kekuatan Hizbullah, di antaranya Beirut, Tyre, dan Lembah Beeka.
Tepat pukul 05.00 waktu GMT atau pukul 08.00 waktu setempat Resolusi DK PBB Nomor 1701 yang memuat gencatan senjata Israel dengan Hizbullah diberlakukan. Pasukan Israel beranjak keluar secara bertahap dari Lebanon.
Warga Lebanon mulai meninggalkan pengungsian dan kembali ke rumah masing-masing. Hingga hari ini Pemerintah Lebanon mengatakan, jumlah korban tewas mencapai 1.071 jiwa, 34 di antaranya tentara Lebanon, 68 milisi Hizbullah, dan sisanya warga sipil. Sementara di pihak Israel, korban tewas mencapai 156 jiwa, 109 di antaranya tentara.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar